Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘bayi’

1st time : Zain Berenang

Yuuuuhhhuuuuuuuu……..hari ini Kaka berenang untuk pertama kalinya..anak bunda dah mulai nyebur kolam ni ceritanya.. *Bundanya ikut girang :D

Kali ini berenangnya cukup di kolam karet khusus buat bayi aja ya nak..tar kalo dah agak gedean…baru deh kita nyebur ke kolam renang beneran..kayak dulu waktu kaka masih di perut bunda..kita kan seminggu sekali nyebur berduaan ya nak..mpe usia kamu 7 bulan dalam kandungan bunda masih tetep aja rajin berenang..hihihi..lumayan petakilan ya bunda :)

Pertama diceburin kolam..kaka ‘lil bit shock kali..langsung jerit nangis..lama2..dirasain..enak juga..kakinya mulai kecipak-kecipuk..tangannya megangin neck ringnya *mulai merasakan sensasi baru di air ya..tapi tampangnya kok masih tegang gitu sih nak…xixixiixi, masih takut2 ya..Ok lah..bertahap aja…kali ini cuma tahan 3 menit aja berenangnya, next time pasti lebih lama dunkkk..Ok bunda next week berenang lagi ya….

Tips berenangnya Zain :

  • Memakai kolam renang plastik. Bunda belom berani bawa ke kolam renang umum, masih kecil banget sih..and kalo di kolam umum belom tentu kebersihannya kan..trus biasanya kadar kaporitnya itu tinggi banget..
  • Pakai swim neck ring khusus buat bayi. Ini biar babynya bisa ngambang dan sebagai alat pengaman biar air gak masuk2 ke telinga,hidung n mulutnya..
  • Sebelum diceburin ke kolam, seluruh tubuhnya dibasuhi dulu..biar ga shock kalo pas nyebur..trus kakinya ciprat-cipratin dulu ke air..kalo dah keliatan seneng baru ceburin..ups mainannya jangan lupa diikutsertain berenang ya..
  • Suhu airnya bunda bikin anget2 kuku aja..(gak dingin banget, gak panas banget)..dikira2 aja deh..yang penting jangan sampe bikin bayinya sakit..
  • Berenangnya pagi menjelang siang sekitar jam 9 pagi..
  • Bundanya ngoceh terus biar bayinya gak cepet bosen..
  • Setelah sesi berenangnya selesai..cepet2 tubuhnya diselimutin handuk..dibawa ke tempat anget..biar gak kedinginan
  • Balur seluruh tubuhnya pake minyak telon
  • Kasih mimik..kalo baby nya mau

Sedikit artikel tentang manfaat berenang untuk bayi

Hasil penelitian di Melbourne, Australia, menunjukkan, secara statistis IQ anak-anak yang diajarkan berenang sejak bayi lebih tinggi ketimbang anak-anak yang tidak diajarkan berenang atau diajarkan berenang setelah usia 5 tahun. Anak-anak tersebut diukur IQ-nya ketika mereka berusia 10 tahun. Tak hanya itu, pertumbuhan fisik, emosional dan sosialnya pun lebih baik.
Penelitian lain menunjukkan, bayi lebih gampang diajarkan berenang ketimbang orang dewasa, karena bayi tak pernah memiliki faktor X semisal bahaya. Bukankah bayi belum mengerti bahaya? Lagi pula, bayi sangat menyukai air sehingga ia pun akan suka diajak berenang. Nah, hal ini membuatnya jadi lebih mudah belajar berenang.
Selain itu, bayi baru lahir hingga usia 3 bulan bisa langsung nyemplung ke dalam air tanpa takut tenggelam, karena pada usia tersebut, ia memiliki refleks melangkah yang banyak kegunaannya untuk berenang. “Refleks melangkah merupakan salah satu refleks yang menyertai bayi seperti halnya refleks menggenggam dan refleks berjalan,” jelas Dr. Karel Staa dari RS Pondok Indah.
Jadi, bila kita meletakkan bayi usia di bawah 3 bulan di dalam air, secara otomatis ia akan menggerak-gerakkan kakinya menyerupai paddle dog sehingga tak tenggelam. Bisa dikatakan, pada usia di bawah 3 bulan bayi sudah bisa berenang dengan gaya primitif. Bukan berarti setelah usia tersebut, bayi tak bisa berenang lagi, loh…Kendati refleksnya sudah menghilang, ia tetap bisa melakukan gerakan berenang walaupun tak terorganisir atau acak-acakan. Soalnya, dengan adanya gaya gravitasi, ia merasa ditekan dari bawah air sehingga ia bisa mengambang. Ia pun jadi senang “

Read Full Post »

As a new mom..awalnya aku bener-bener bego n gak tahu banget tentang hal yang satu ini, mana dari hari pertama kelahirannya sampai sekarang Zain usia 4m17d warna,bentuk n frekuensi pup or BAB nya  pasti variatif banget..alhasil biasanya aku ma si ayah kebingungan sendiri kalo terjadi perubahan *maklum jauh dari ortu jadi bener2 di handle berdua *ngandelin om google deh andalannya ;)

Waktu usia Zain 2 bulan, aku ma si ayah pernah dibikin bingung n worry bgt dengan frekuensi BAB Zain yang 5 hari sekali bahkan pernah sampe 7 hari baru BAB,dengan bentuk yang laen dari biasanya n banyak pula (bentuk seperti pasta gitu) akhirnya aku telp DSAnya Zain ternyata katanya itu normal2 aja untuk bayi yang mendapatkan ASI eksklusif..batas toleransinya bahkan sampai 14 hari, plong deh akhirnya :)

Artikel yang aku dapet dari blognya nieza.multiply.com sangat membantuku juga memahami permasalahan baby yang satu ini.berikut aku copas artikelnya sekedar buat reminder n memudahkan kalo suatu saat dibikn worry lagi ma BABnya kaka.. *ijin copas ya mbak :D , apalagi bentar lagi kaka mo dapet MPASI, pasti deh ngaruh juga ke BABnya.

KENALI WARNA DAN BENTUK FESES BAYI
Frekuensi yang sering bukan berarti pencernaannya terganggu. Waspadai bila warnanya putih atau disertai darah. Kegiatan buang air besar pada bayi kadang membuat khawatir orang tua. Warna, bentuk dan polanya yang berbeda dengan orang dewasa inilah yang kerap menimbulkan kecemasan. Sebelum kita menjadi cemas, berikut penjelasan dr. Waldi Nurhamzah, Sp.A, tentang feses bayi.

WARNA
Umumnya, warna-warna tinja pada bayi dapat dibedakan menjadi kuning atau cokelat, hijau, merah, dan putih atau keabu-abuan. Normal atau tidaknya sistem pencernaan bayi, dapat dideteksi dari warna-warna tinja tersebut.

Kuning.Warna kuning diindikasikan sebagai feses yang normal. Kata Waldi, warna feses bayi sangat dipengaruhi oleh susu yang dikomsumsinya. “Bila bayi minum ASI secara eksklusif, tinjanya berwarna lebih cerah dan cemerlang atau didominasi warna kuning, karenanya disebut golden feces. Berarti ia mendapat ASI penuh, dari foremilk (ASI depan) hingga hindmilk (ASI belakang).”
Warna kuning timbul dari proses pencernaan lemak yang dibantu oleh cairan empedu. Cairan empedu dibuat di dalam hati dan disimpan beberapa waktu di dalam kandung empedu sampai saatnya dikeluarkan. Bila di dalam usus terdapat lemak yang berasal dari makanan, kandung empedu akan berkontraksi (mengecilkan ukurannya) untuk memeras cairannya keluar. Cairan empedu ini akan memecah lemak menjadi zat yang dapat diserap usus.
Sedangkan bila yang diminum susu formula, atau ASI dicampur susu formula, warna feses akan menjadi lebih gelap, seperti kuning tua, agak cokelat, cokelat tua, kuning kecoklatan atau cokelat kehijauan.

Hijau . Feses berwarna hijau juga termasuk kategori normal. Meskipun begitu, warna ini tidak boleh terus-menerus muncul. “Ini berarti cara ibu memberikan ASI-nya belum benar. Yang terisap oleh bayi hanya foremilk saja, sedangkan hindmilk-nya tidak.” Kasus demikian umumnya terjadi kalau produksi ASI sangat melimpah.
Di dalam payudaranya, ibu memiliki ASI depan (foremilik) dan ASI belakang (hindmilk). Pada saat bayi menyusu, ia akan selalu mengisap ASI depan lebih dulu. Bagian ini mempunyai lebih banyak kandungan gula dan laktosa tapi rendah lemak. Sifatnya yang mudah dan cepat diserap membuat bayi sering lapar kembali. Sedangkan, ASI belakang (hindmilk) akan terisap kalau foremilk yang keluar lebih dulu sudah habis. Hindmilk mengandung banyak lemak. “Lemak ini yang membuat tinja menjadi kuning.”
Nah, kalau bayi hanya mendapat foremilk yang mengandung sedikit lemak dan banyak gula, kadang-kadang terjadi perubahan pada proses pencernaan yang akhirnya membuat feses bayi berwarna hijau. Bahkan sering juga dari situ terbentuk gas yang terlalu banyak (kentut melulu), sehingga bayi merasa tak nyaman (kolik).
Mestinya yang bagus itu tidak hijau terus, tapi hijau kuning, hijau dan kuning, bergantian. “Ini berarti bayi mendapat ASI yang komplet, dari foremilk sampai hindmilk supaya kandungan gizinya komplet. Nah, ibu harus mengusahakan agar bayinya mendapat foremilk dan hindmilk sekaligus.”
Sayangnya, disamping ASI, ibu juga kerap memberikan tambahan susu formula. Sebelum proses menyusunya mencapai hindmilk, anak sudah telanjur diberi susu formula hingga kenyang. Akibatnya, ia hanya mendapat ASI foremilk saja.
Waldi menyarankan, “Berikan ASI secara eksklusif. Perbaiki penatalaksanaan pemberiannya agar bayi bisa mendapat foremilk dan hindmilk.” Kiatnya mudah; susui bayi dengan salah satu payudara sampai ASI di situ habis, baru pindah ke payudara berikutnya.

Merah . Warna merah pada kotoran bayi bisa disebabkan adanya tetesan darah yang menyertai. Namun dokter tetap akan melihat, apakah merah itu disebabkan darah dari tubuhnya sendiri atau dari ibunya.
Jika bayi sempat mengisap darah ibunya pada proses persalinan, maka pada fesesnya akan ditemukan bercak hitam yang merupakan darah. Umumnya bercak itu muncul selama satu sampai tiga hari. “Jadi, tinggal dites saja, asalnya dari mana? Dari darah ibu atau darah bayi.” Bila darah itu tetap muncul pada fesesnya (bisa cair ataupun bergumpal), dan ternyata bukan berasal dari darah ibu, maka perlu diperiksa lebih lanjut. Kemungkinannya hanya dua, yaitu alergi susu formula bila bayi sudah mendapatkannya, dan penyumbatan pada usus yang disebut invaginasi. Dua-duanya butuh penanganan. Kalau ternyata invaginasi, bayi harus segera dioperasi.
“Darah ini sangat jarang berasal dari disentri amuba atau basiler, karena makanan bayi, kan, belum banyak ragamnya dan belum makan makanan yang kotor.” Kalau penyakitnya serius, biasanya bayi juga punya keluhan lain, seperti perutnya membuncit atau menegang, muntah, demam, rewel dan kesakitan.

Putih/Keabua-abuan . Waspadai segera jika feses bayi yang baru lahir berwarna kuning pucat atau putih keabu-abuan. Baik yang encer ataupun padat. Warna putih menunjukkan gangguan yang paling riskan. Bisa disebabkan gangguan pada hati atau penyumbatan saluran empedu. “Ini berarti cairan empedunya tidak bisa mewarnai tinja, dan ini tidak boleh terjadi karena sudah ‘lampu merah’.” Waldi menegaskan, bila bayi sampai mengeluarkan tinja berwarna putih, saat itu juga ia harus dibawa ke dokter. Jangan menundanya sampai berminggu-minggu karena pasti ada masalah serius yang harus diselesaikan sebelum bayi berumur tiga bulan. Sebagai langkah pertama, umumnya dokter akan segera melakukan USG pada hati dan saluran empedunya.
“Yang sering terjadi, ibu terlambat membawa bayinya. Dipikirnya tinja ini nantinya akan berubah. Padahal kalau dibiarkan, dan bayinya baru dibawa ke dokter sesudah berumur di atas tiga bulan, saat itu si bayi sudah tidak bisa diapa-apakan lagi karena umumnya sudah mengalami kerusakan hati. Pilihannya tinggal transplantasi hati yang masih merupakan tindakan pengobatan yang sangat mahal di Indonesia.”

BENTUK
Feses bayi di dua hari pertama setelah persalinan biasanya berbentuk seperti ter atau aspal lembek. Zat buangan ini berasal dari pencernaan bayi yang dibawa dari kandungan. Setelah itu, feses bayi bisa bergumpal-gumpal seperti jeli, padat, berbiji/seeded dan bisa juga berupa cairan.
Feses bayi yang diberi ASI eksklusif biasanya tidak berbentuk, bisa seperti pasta/krem, berbiji (seeded), dan bisa juga seperti mencret/cair. Sedangkan feses bayi yang diberi susu formula berbentuk padat, bergumpal-gumpal atau agak liat dan merongkol/bulat. Makanya bayi yang mengonsumsi susu formula, kadang suka bebelan (susah buang air besar, Red), sedangkan yang mendapat ASI tidak.
Bila bayi yang sudah minum susu formula mengeluarkan feses berbentuk cair, hal itu perlu dicurigai. “Bisa jadi si bayi alergi terhadap susu formula yang dikonsumsinya atau susu itu tercemar bakteri yang mengganggu usus.”
Kesulitan mendeteksi normal tidaknya feses akan terjadi bila ibu memberikan ASI yang diselang-seling susu formula. Misalnya, akan sulit menentukan apakah feses yang cair/mencret itu berasal dari ASI atau susu formula.
“Kalau mencretnya karena minum ASI, ini normal-normal saja karena sistem pencernaannya memang belum sempurna. Tetap susui bayi agar ia tidak mengalami dehidrasi. Tapi bila mencretnya disertai keluhan demam, muntah, atau keluhan lain, dan jumlahnya sangat banyak serta mancur, berarti memang ada masalah dengan bayi. Ia harus segera dibawa ke dokter.

FREKUENSI
Masalah frekuensi sering mencemaskan ibu, karena frekuensi BAB bayi tidak sama dengan orang dewasa. Kalau ibu mungkin sehari cuma sekali, jadi kalau anaknya sampai lima kali sehari, ini sudah membuat cemas.”
Padahal frekuensi BAB setiap bayi berbeda-beda. Bahkan, bayi yang sama pun, frekuensi BAB-nya akan berbeda di minggu ini dan minggu depannya. “Itu karena bayi belum menemukan pola yang pas. Umumnya di empat atau lima minggu pertama, dalam sehari bisa lebih dari lima kali atau enam kali. Enggak masalah, selama pertumbuhannya bagus.”
Bayi yang minum ASI eksklusif, sebaliknya bisa saja tidak BAB selama dua sampai empat hari. Bahkan bisa tujuh hari sekali. Bukan berarti ia mengalami gangguan sembelit, tapi bisa saja karena memang tidak ada ampas makanan yang harus dikeluarkan. Semuanya dapat diserap dengan baik. Feses yang keluar setelah itu juga harus tetap normal seperti pasta. Tidak cair yang disertai banyak lendir, atau berbau busuk dan disertai demam dan penurunan berat badan bayi.
“Jadi yang penting lihat pertumbuhannya, apakah anak tidak rewel dan minumnya bagus. Kalau tiga hari belum BAB, dan bayinya anteng-anteng saja, mungkin memang belum waktunya BAB.”

Harus BAB Dalam 24 Jam Pertama
Bayi yang pencernaannya normal, akan BAB pada 24 jam pertama setelah dilahirkan. BAB pertama ini disebut mekonium. Biasanya berwarna hitam kehijau-hijauan dan lengket seperti aspal yang merupakan produk dari sel-sel yang diproduksi dalam saluran cerna selama ia dalam kandungan.
BAB pertama dalam 24 jam penting artinya, karena menjadi indikasi apakah pencernaannya normal atau tidak. “Ada penyakit yang bisa ditentukan dengan melihat apakah BAB pertama dalam 24 jam terjadi atau tidak,” kata Waldi. Contohnya, penyakit Hirschsprung yang merupakan gangguan pengeluaran tinja akibat tidak adanya syaraf tertentu pada usus sebelah bawah.
BAB ini juga bisa dijadikan patokan oleh dokter kalau bayi mengalami masalah pencernaan di kemudian hari. Misalnya, kalau BAB tidak lancar di minggu berikut. “Bila catatan menunjukkan bahwa si bayi melakukan BAB pada kurun 24 jam sesudah lahir, dokter akan mengesampingkan kemungkinan Hirschsprung atau penyumbatan. Jika tidak, dokter akan memikirkan kemungkinan-kemungkinan ini, dan biasanya jawabannya adalah operasi.”
Itulah sebabnya, penting bagi para ibu yang habis bersalin untuk menanyakan pada suster/bidan apakah bayinya sudah BAB dalam waktu 24 jam. Jangan lupa mengingatkan suster/bidan untuk mencatatnya di buku anak, karena catatan ini penting di kemudian hari.

Read Full Post »

Ceritanya si umi lagi kangen berat ma cucunya,so si umi jadi pengunjung setia blog bunda deh..tiaaaap hari berkunjung,cuma buat liat2 foto n video cowok gembilnya..

Ni special buat umi, abah n tante rei..katanya  umi, abah n keluarga tasik dah kangen berat ma cucunya yang ganteng chuby2 ini..jadi deh keukeuh tiap hari minta terus update-in foto2 ma videonya..

ni lho mi,bah,tante…sekarang kaka dah gede lho..dah pinter ngerjain ayah bunda, petakilan lagi gak bisa diem:)

Read Full Post »

Sepertinya sekarang ini masalah bayi kuning menjadi suatu common problem di kalangan ibu2 yang baru saja melahirkan bayinya. Hal ini juga terjadi pada bayiku Zain. Sebelum meninggalkan RS pasca melahirkan, kadar bilirubin Zain dicek dan hasilnya 11,3 mg/dl (kadar yang lumayan tinggi), tapi waktu itu DSA nya tidak langsung menyarankan untuk dilakukan fototerapi sebagaimana yang biasa dilakukan pada bayi2 kuning (padahal yang kadarnya 10 saja biasanya sudah dianjurkan untuk disinar di RS), mungkin kadar tersebut masih batas normal saja dan dipikirnya terapi dirumah dengan banyak mimik ASI bisa menurunkan kadar bilirubinnya itu..Jadi waktu itu aku dan bayiku sudah diperbolehkan pulang dengan catatan 2 hari lagi harus kontrol. Sebagai orang tua baru yang belum banyak tahu permasalahan seputar bayi apalagi bayi kuning, akhirnya kita nurut2 aja pulang.

2 hari kembali kontrol, bilirubinnya dicek ulang ternyata kadar bilirubin Zain naik drastis jadi 18,4 mg/dl..otomatis sudah tidak diperbolehkan pulang lagi, Zain langsung dibawa ke perina dan langsung dilakukan fototeraphy dengan double bluelight (saking kadarnya udah banget). Spontan kami shock banget dengan kenaikan drastis kadar bilirubin Zain, dan waktu itu kami benar2 belum tau banyak tentang kuning (jaundice) jadi yang ada cuma bingung dan sedih, bayiku harus tidur terpisah denganku dan dirawat beberapa hari di RS.

Zain–blue light theraphy

Kenaikan bilirubin Zain yang sangat drastis sepertinya disebabkan oleh kurangnya asupan ASI bagi Zain, karena memang waktu itu ASI ku masih sedikit banget yang keluar. Menurut artikel yang sempat aku baca,ini namanya breastfeeding jaundice.

Breastfeeding Jaundice terjadi pada minggu pertama setelah lahir pada bayi yang tidak memperoleh cukup ASI. Bilirubin akan dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk empedu yang dialirkan ke usus. Selain itu, empedu dapat terurai menjadi bilirubin di usus besar untuk kemudian diserap kembali oleh tubuh. Jika bayi tidak memperoleh cukup ASI, gerakan usus tidak banyak terpacu sehingga tidak banyak bilirubin yang dapat dikeluarkan sebagai empedu. Dan bayi yang tidak memperoleh cukup ASI tidak mengalami buang air besar yang cukup sering sehingga bilirubin hasil penguraian empedu akan tertahan di usus besar dan diserap kembali oleh tubuh. Selain itu kolostrum yang banyak terkandung pada ASI di hari-hari awal setelah persalinan memicu gerakan usus dan BAB. Karena itu, jika Anda menyusui, Anda harus melakukannya minimal 8-12 kali per hari dalam beberapa hari pertama. Dan penting untuk diperhatikan bahwa tidak pernah ada alasan untuk memberikan air atau air gula pada bayi untuk mencegah kenaikan bilirubin” (sumber : http://bayikita.wordpress.com)

Dengan perawatan yang alhamdulillah intensive  dan pemberian ASI yang terus aku lakukan (sampe rela pulang tengah malem dari RS, dan mompain ASI buat si kecil kalo pas ditinggal pulang karena ruang tunggu tidak memungkinkan untuk dipake menginap dan aku juga masih pemulihan pasca operasi) alhamdulillah 5 hari mendapat blue light theraphy, kadar bilirubin Zain turun jadi 11,2 mg/dl.Sempat nolak juga untuk pulang dan melanjutkan penyinaran paling tidak sampe kadarnya dibawah 10 karena takut naek lagi (saking parnonya), tapi DSA ku meyakinkan gak apa2 dan menjamin gak bakalan naek lagi dan dengan pertimbangan lama2 di RS juga gak bagus karena bagaimanapun RS banyak sumber penyakit juga..akhirnya Zain kami bawa pulang.

Di rumah kami terus melakukan perawatan bagi Zain dengan cara terus memberikan ASI sebanyak mungkin dan menjemurnya setipa pagi antara jam 07.00 – 08.00 dengan cara:

  • baju dibuka dan hanya memakai diapers
  • Secara bergantian posisi terlentang, miring kiri/kanan, tengkurep
  • Mata dilindungi dari sinar langsung matahari

Memang sedih dan prihatin ketika harus merelakan bayi dirawat di RS, tapi intinya bagi kita sebagai orang tua, yang paling penting harus sabar, tawakal dan jangan stres (fave quotenya ayah)..apalagi bagi ibunya..klo stres yang ada ASInya gak lancar..mimik bayi kita jadi kurang, so memperlambat pemulihan deh……..

 

 

Read Full Post »

Baby Zain Kena Flu

Udah 2 hari Babyku kena flu…… :( Ini flu pertamanya Zain (mudah2an nggak2 lagi deh) di usianya 4m5d..sedih bgt rasanya..liatnya aja gak tega..nafas grok..grok-an, hidung meler2, bersin2 terus, tidur gelisah..kebayang kan tersiksanya..masih bayi banget,ngeluarin ingus aja mana ngerti jadi ya bisanya nangis2 rewel aja..udah dicobain nyedot ingus pake nose cleanser..tapi yang ada malah ditepis2..dicoba sedot pake mulut langsung juga susah..emm..jadi serba salah juga..Duh nak..andai bisa milih..mendingan bunda aja deh yang flu..

tuh ingusnya nongkrong..iseng deh bunda bukannya di lap malah difoto

Emang sih sekarang lagi musimnya flu, makanya dari kemaren aku ma si ayah lumayan over protective, yang nggak mau bawa kaka kemana2..palagi ke tempat2 rame..tapi eh ketularan juga dari kakak Ayu (kakak sepupu)..maklum kakak Ayu sayang n gregetan bgt ma kaka, jadi lagi flu aja maen gendong2 (padahal kaka Ayu nya dah pake masker juga loh, ayah ma bunda aja yang kecolongan..hihihi..) Yah..yang namanya penyakit siapa aja bisa kena..Walo katanya bayi ASIX lebih tahan terhadap penyakit alias antibodinya lebih bagus, tapi tetep aja bisa keserang flu..Berdasar artikel yang aku baca ini karena daya tubuh bayi masih sangat rentan jadi meskipun ASI memiliki kandungan immunoglobin yang TOP BGT dibanding sufor, tetep aja ada kemungkinan bayi kena flu juga.

Karena aku ma si ayah sepakat gak mau dikit2 pake obat (secara kita gak tau efek samping dari obat apalagi buat bayi sekecil Zain), jadi pas kaka flu gini aku pake cara2 alami aja sebagai pertolongan pertama..kayak balurin tubuh pake bawang yang dicampur minyak telon (resep mamah) katanya biar anget..trus bawa jemur pagi2, bikin ruangan sehangat mungkin (stop dulu pemakaian AC, kecuali kalo dah pada kegerahan bgt), bantalnya agak ditinggiin dikit buat ngeredain mumpetnya, trus frekuensi mimiknya diseringin untuk meningkatkan asupan cairan dalam tubuhnya (secara Zain masih ASIX jadi cuma mimik ASI aja asupannya)..dan aku juga baca katanya flu itu penyebabnya adalah virus jadi mang gak perlu obat2an apalagi antibiotik coz antibiotik kan buat penyakit yang disebabkan oleh bakteri, dan umumnya flu juga bisa sembuh dgn sendirinya sekitar beberapa hari..Jadi so far masih yang alami2 saja yang kita lakuin..mudah2an aja dgn yang alami2 bisa sembuh gak harus pake kunjungan ke DSA segala…..

Cepet sembuh ya anakku sayang… biar bisa main2 lagi, bobonya biar nyenyak lagi, mimiknya biar enak lagi, dan bunda bisa masuk kantor lagi dengan tenang (hihihi bolos 2 hari ni, demi jagain si kaka..maaf ya pak..bu bosss ;) )

Mudah2an juga gak jd never ending sickness…sembuh satu..nular ke yang laen..jangan sampe deh !

Read Full Post »

Cara Ampuh Ngelonin Kaka

Taraaaaaaa…….si ayah berhasil bikin si kaka bobo…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hihihihi bunda girang akhirnya ada cara yang ampuh n cepet ngelonin si kaka..secara gitu loooh kalo mo bobo kaka kan biasanya nangis kejeeeer bgt apalagi klo belom dapet PW..digendong “ais”, dibawa muter2 lama baru deh bobo..

Sekarang tapi dah gak lagi..kaka senengnya digendong depan ma ayah, sambil duduk gitu,trus ayahnya musti goyang2 sambil nyanyi..eh kaka langsung teler deh bobo…ngorok lagi…hihihihi…….ternyata gampang banget sih nidurin kaka..*telat baget siiiihhh bunda ngeh nya :)

Read Full Post »

Wah anak ayah-bunda lehernya da bisa diangkat2 ni kalo tengkurep..ayah-bunda bangga deh ma kaka… :)

Read Full Post »

« Newer Posts

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.